Sabtu, 16 Mei 2009

Mesin Uang Mungkin Mengalir Melalui Garis Tangan Anda

Di sebuah pegunungan tinggallah seorang pendeta yang terkenal sangat bijaksana.
Kebijaksanaannya terkenal hingga manca Negara, sehingga banyak sekali orang-orang yang meminta nasehat kepadanya. Ada lagi seorang pendeta sakti yang merasa iri dengan pendeta tersebut, selain pendeta bijak itu sering didatangi tamu-tamu kerajaan ia juga diangkat menjadi penasehat beberpa raja.

Pendeta sakti itu mempunyai rencana licik untuk menjatuhkan pendeta bijak tersebut. Melalui 3 orang muridnya, pendeta sakti menyusun strategi dan taktik agar rencana untuk menjatuhkan pendeta bijak tersampaikan dan pendeta sakti mengungguli pendeta bijak tersebut.

Di saat pendeta bijak berbincang-bincang dengan beberapa pejabat Negara, datanglah ketiga orang utusan pendeta sakti tersebut. Ketiga orang tersebut langsung menemui pendeta bijak. Setelah dihadapan pendeta bijak, salah seorang dari mereka memberanikan diri untuk bertanya kepada sang pendeta bijak.

“Pendeta, anda terkenal hingga keluar Negara tetangga bahwa anda seorang pendeta yang sangat bijak. Sekarang tolong tebak apa yang saya pegang di tangan kanan saya ini?”
Pendeta tidak melihat tangan orang tersebut karena sejak datang orang tersebut menyumputkan tangannya dibelakang punggung. Namun sang pendeta sempat mendengar cicit burung saat mereka hadir tadi.

Jawab pendeta bijak, “ Sebenarnya saya bukanlah pendeta bijak, hanya saya telah lebih banyak makan asam dan garam dari pada anda. Dan kalau tidak keliru, yang anda genggam adalah seekor burung pipit.” Maka kagetlah ketiga orang utusan pendeta sakti tersebut.. Tiga orang tersebut akhirnya melakukan rencana keduanya. “Benar memang ini burung. Yang mau kami tanyakan, burung ini mati atau hidup?”

Pendeta bijak telah menyadari akan adanya jebakan, jika ia menjawab hidup maka burung itu akan digencet hingga mati. Apabila pendeta bijak menjawab burung itu mati maka meeka akan menunjukkan bahwa burung masih hidup. Karena desakan ketiga orang itu untuk menjawab, maka pendeta bijak tersebut memberikan jawaban singkat.
“Hidup dan matinya burung itu ada di tangan kamu sendiri.”
Mendengar jawaban tersebut ketiga orang itu keluar dan bergegas pulang.

Apa makna cerita diatas ? Masa depan kita adalah seperti burung tadi, hidup dan matinya adalah tergantung di telapak tangan kita sendiri, bukan tergantung oleh siapaun.
Garis tangan yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita memiliki perbedaan dengan garis tangan orang lain. Bahkan bisa dipastikan bahwa tidak ada garis tangan dan sidik jari kita ada yang menyamai.

Dari garis tangan kita tersebut Tuhan telah memberikan kita talenta yang harus digali dan dikembangkan. Karena Tuhan menciptakan kita sejak ada di kandungan adalah sebagai seorang pemenang. Ribuan dan bahkan jutaan sperma orang tua kita hanya ada satu yang menang itu adalah anda.

Di beberapa Negara telah dikembangkan tes sidik jari untuk mengetahui garis tangan kita, sehingga dari usia dini atau Taman Kanak-kanak orang tua telah mengetahui bakat si anak dan bagi orang dwasa sebagai sarana mengubah kehidupannya yang mungkin kurang beruntung menjadi beruntung dan berhasil Jika anda ingin tahu lebih banyak tentang Fingerprint Test atau tes sidik jari anda, merupakan salah satu langkah menuju kehidupan yang lebih baik..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar