Ada salah seorang pendeta suku indian yang sangat terkenal karena kehebatannya memanggil hujan. Ketika dia dipanggil oleh suku lain untuk meminta hujan, dia tidak pernah gagal.Dia menjadi orang yang sangat disegani di suku Indian tersebut, sebab banyak kekeringan dan paceklik dimana-mana hanya dialah yang bisa mengatasinya.
Umur pendeta yang terus bertambah membuat orang-orang khawatir jika sampai meninggal dunia dan tidak ada yang menggantikannya. Beberapa kepala suku telah mengamati, juga menirukan mantranya, tariannya dan sesajennya tidak ada perbedaan. Tetapi kenapa setiap dia yang memohon pasti dikabulkan dan terus hujan.
Ada seorang pemuda yang berniat meminta ilmunya meski harus bertapa berapa lama dan berbagai persyaratannya akan dijalankan, akan tetapi pendeta tersebut tidak pernah mau memberikan. Hari, bulan dan tahun terus berlalu dan si pemuda tersebut belum mendapatkannya.
Pada suatu hari pendeta menderita sakit, sementara ada satu daerah yang kekeringan dan minta pertolongannya. Satu, dua, tiga kali ia tolak karena kesehatannya yang tidak memungkinkan. Di Pagi buta, puluhan orang yang sedang kekeringan datang mendoakan pendeta agar sembuh dan bisa menolong desanya yang baru kekeringan.
Karena ibanya kepada mereka, pendeta tadi memanggil pemuda yang telah lama meminta ilmunya belum dikasih. Sambil dipanggul, pendeta tadi membimbing pemuda tadi dari menata sajen, mantra dan tariannya. Si pemuda kaget sekali melihat semuanya tidak ada yang berbeda dari cara memanggil hujan dengan ilmu yang telah dipelajari.
Kat pendeta kepada pemuda tadi, “Jangan berhenti menari sebelum saya suruh berhenti!” Pemuda tadi menuruti perintah pendeta. Si pemuda menari dari siang hingga sore tapi tidak ada tanda-tanda akan adanya hujan, berkali-kali pemuda tersebut melihat kearah pendeta, pendeta memberi isyarat untuk terus menari.
Meski keletihan pemuda tadi terus menari dengan pelan-pelan dan jam delapan malam mukjizat datang, hujan deras disertai guntur. Dengan terhuyung-huyung pemuda tersebut mendatangi pendeta dan tersenyum dan bertanya, “Apa perbedaan dengan pemanggil hujan yang lain Pendeta? Sepertinya sama?” Pendeta ganti tersenyum dan berkata, “Rahasianya Cuma satu, Jangan pernah berhenti meminta dan berusaha!” Pendeta memberikan pengertian bahwa dia tidak pernah berhenti menari sebelum hujan turun. Itulah ilmu yang bisa kuberikan kepadamu. Mulai saat ini kamu yang akan menggantikan aku membantu orang-orang yang daerahnya kekeringan, dan aku akan kasih tahu ke semua orang bahwa ilmuku sudah kuserahkan kepadamu semua.
Makna dari cerita diatas mungkin sangat sederhana, Stop Dreaming, Star Action. Sang pemuda tidak hanya berpangku tangan saja ke pendeta, dia action setiap hari, bulan dan tahun sampai mendapatkan apa yang diinginkannya. Seperti kisah Mas Joko Susilo, meski banyak sekali tantangan, dia tetap fokus dan tetap action. Karena konsisten, ia mendapatkan apa yang ia cari.
Sering dari saya dan anda mudah menyerah kalah, padahal apa yang kita minta sudah ada didekat bahkan sudah hampir dibelakang punggung kita. Sukses merupakan perjalanan dari satu titik ke titik berikutnya. Jika anda terus melangkah meski berjalan seperti kura-kura, anda akan sampai ke tujuan.
Mudah-mudahan anda setuju dengan kalimat, “Tidak ada orang yang gagal, yang ada hanyalah orang yang terlalu cepat memutuskan untuk berhenti. Bagaimana dengan anda? Jika saat ini anda sedang mengejar sesuatu dan ingin berhenti, anda bisa ingat cerita diatas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar