
Robert T. Kiyosaki adalah seorang anak keturunan Amerika dan Jepang yang tinggal di Amerika. Pada umur 9 tahun dia sudah memutuskan untuk mejadi orang kaya, dia belajar kepada teman ayahnya yang kaya raya dan ia sering menyebut The Rich Dad. Ayah kayanya selalu mengajarkan kepada Robert untuk menjadi anak yang pantang menyerah. Ia diberi pelajaran tentang asset, liability, cashflow, uang aktif dan uang pasif.
Sebaliknya ayah miskinnya atau dikenal The Poor Dad, selalu mengajarkan hidup yang sederhana, menjadi karyawan dan melarang bisnis karena beresiko tinggi. Dan benar yang dikatakan ayah miskinnya, Robert Kiyosaki mengalami kebangkrutan yang sangat besar sekitar satu juta dollar. Ayah miskinnya memarahinya dan memojokkannya karena ia melakukan usaha yang beresiko dan tidak menuruti petunjuknya.
Sementara ayah kayanya terus memberi motivasi kepada Robert T Kiyosaki bahwa ia bisa bangkit kembali dan menerangkan bahwa pengusaha besar Amerika minimal pernah jatuh bangkrut dua sampai tiga kali. Robert dalam penderitaannya dengan beban hutang yang sangat besar membuatnya stress dan sulit tidur, akan tetapi ia selalu ingat nasehat ayah kayanya supaya tidak mudah menyerah.
Kerja kerasnya Robert membuahkan hasil yang baik, hutangnya telah terbayarkan dan dan kini ia menjadi bagian dari orang Amerika yang kaya raya dan tinggal menikmati hidup dari pasif incomenya saja. Bahkan saat ini dia telah menulis beberapa buku, kaset dan diundang ke seminar-seminar international sebagai juru bicaranya.
Dari cerita diatas, bagaimana jika anda yang punya hutang milyaran rupiah itu anda?
Sayapun tidak berani membayangkan, hanya kita bisa ambil hikmahnya dari cerita diatas.
Pertama, Apa pun masalahnya pasti ada solusinya, kedua jika anda punya hutang seberapapun itu hanyalah hitungan, jika anda yakin anda bisa pasti anda bisa. Ketiga, adalah ilmu ngotot, jangan pernah berhenti jika anda mempunyai sebuah keinginan.
Sebaiknya anda memakai kaca mata kuda untuk focus dalam mengejar impian kita.
Kalau seorang Robert Kiyosaki bisa menjadikan kekalahan menjadi kemenangan mengapa kita tidak? Karena kita diberi waktu 24 jam yang sama seperti dia, kita juga masih banyak kesempatan yang diberikan Tuhan kepada kita. Tuhan menciptakan kita sebagai pemenang sejak lahir, jadi anda layak menjadi pemenang!
Di Amerika ada sorang guru kelas yang setiap mulai mengajar ia akan menulis kata can’t dan menghapus huruf T nya. Kemudian murid-muridnya disuruh membaca keras-keras, ‘can’. Dari kelas itu lahirlah beberapa orang yang tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti mengatakan I can! Saya yakin Anda pun Bisa!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar