Jumat, 12 Juni 2009

Jangan Berpikir Proses Tapi Berpikirlah Hasilnya

Saya menyukai sebuah cerita dari Cina Daratan tentang seorang pendeta yang sangat bijaksana dan saleh. Karena kesalehannya, maka pada suatu malam, dia diberi hadiah mimpi berupa perjalanan ke surga. Bersama malaikat ia diajak memasuki gedung-gedung besar dan mewah. Ketika melewati sebuah gedung bertingkat yang sangat besar pendeta terkaget-kaget melihat tumpukan kado-kado yang sangat besar dan indah-indah.

Pendeta tadi bertanya kepada malaikat, “Kenapa di gedung bertingkat yang sangat besar itu bertumpuk hadiah-hadiah sampai memenuhi gedung?” Dengan sedih malaikat itu menjawab, “Iya itu kumpulan hadiah-hadiah yang diinginkan oleh orang-orang yang telah bekerja keras dan berdoa untuk mendapatkannya, tapi mereka berhenti berdoa dan berusaha beberapa saat sebelum hadiah ini dikirim kepada mereka”.

Apa makna cerita diatas? Banyak dari kita sering melakukan seperti itu, bekerja mati-matian juga berdoa secara khusuk setiap hari untuk mendapatkan sesuatu, entah karena beratnya perjuangan akhirnya kita menyerah, padahal mungkin itu tinggal satu langkah kita dapat mnggapai keinginan kita tersebut.Kami pun mengalami beberapa kali seperti itu, dan dalam hati selalu memaafkan diri sendiri dengan berkata, bukan rejekinya, bukan jodohnya, belum saatnya dan sebagainya..

Banyak sekali dari anda atau kita menyerah sebelum kalah, padahal yang benar adalah kita tidak pernah dikalahkan kalau kita tidak menyerah. Banyak pengusaha yang gagal, sales, distributor multilevel dan bloger-bloger yang menyerah yang sebenarnya hanya tinggal sesaat lagi mereka menerima hadiah dari surga yang telah dipersiapkan tersebut.

Untung sekali dua tahun yang lalu saya mendapat cerita ini, tatkala itu saya baru mengejar sesuatu yang puluhan tahun saya tunggu. Jika sesuatu itu saya dapatkan, kebahagiaan bukan hanya milik saya saja, tetapi keluarga dan kedua orang tua saya.

Dari saat itu saya tak lagi berpikir bagaimana prosesnya, memang sangat sakit, penuh ketakutan dan keraguan, tetapi saya selalu berfikir dan membayangkan hasilnya. Ternyata satu tahun yang lalu Tuhan telah memberikan hadiah tersebut, saya bersyukur hingga saat ini. Bagaimana dengan anda? Apakah berfikir proses atau hasil?