Ada sebuah kelompok pemain sirkus yang terkenal dengan berbagai macam binatang, dari singa, gajah, kda dan banyak lagi yang lain. Kelompok sirkus tersebut telah terbiasa berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, menyesuaikan tempat-tempat yang dipandang akan menghasilkan keuntungan.Suatu malam habis mereka mengadakan pertunjukan baik crew dan binatang semua tertidur pulas. Tepat jam tiga pagi, arena tempat bermain sirkus tersebut kebakaran. Semua crew dan binatang lari tunggang langgang kesana kemari kecuali singa yang ada di kerangkeng mobil agak jauh dari tempat kebakaran.
Di tempat kebakaran tersebut ada 2 ekor gajah yang sangat besar hangus terbakar, padahal gajah tersebut hanya ditali dengan rantai besi yang berukuran kecil. Mengapa bisa mati kebakar? Setelah diselidiki ternyata gajah-gajah tersebut mengalami trauma dari kecil. Dengan rantai tersebut gajah kecil sering merasa kesakitan dan terluka, dan hingga gajah tersebut besar, ia merasa rantai tersebut besar dan dapat melukai.
Padahal yang sebenarnya, jika gajah tersebut mau nekat lari rantai tersebut sangat tidak ada artinya bagi kekuatan mereka. Karena telah tertanam sejak kecil bahwa ia tidak bisa melepaskan rantai tersebut, maka gajah-gajah tersebut mati kebakar.
Apa yang bisa kita peroleh dari cerita diatas? Kita sering kali juga mengalami seperti gajah-gajah tersebut. Bedanya rantai tersebut bagi kita mungkin dari latar belakang kita, kebiasaan-kebiasaan kita dan sebagainya.
Seperti sering kita temui apabila kita bicara dengan saudara-saudara kita yang ada di kampong.
Contohnya; Jika kita hendak meraih sesuatu banyak yang ngomong, sudahlah kita kan hanya orang kampong, gak mungkin bisa meniru seperti mereka yang orang kota. Contoh lain; Keluarga kita hanya petani mana mungkin kita bisa menjadi seorang bisnisman, menteri, dosen dan sebagainya.
Banayk sekali yang sering menghambat langkah kita karena rantai kecil yang sebenarnya bisa kita patahkan dengan cita-cita yang tinggi, kemauan untuk berhasil dan sebagainya. Kita sering memaafkan diri kita apabila gagal meraih sesuatu dan tidak mau mencoba lagi.
Kemudian apa yang harus kita lakukan agar kita tidak terbelenggu dengan rantai-rantai kecil di kaki kita? Mungkin kita perlu merenung dan mencari apa sebenarnya yang telah menghambat setiap langkah kita, setelah kita mengetahui perlahan-lahan membenahi dan berniat untuk memutuskan rantai-rantai yang menghambat kita dan focus juga percaya bahwa kita juga bisa berhasil.
Rantai-rantai tersebut telah bertahun-tahun melilit di kaki kita, jangan pernah berhenti untuk mencari rantai-rantai penghambat tersebut dan memutuskannya. Anda siap untuk mencoba? Saya yakin anda pasti bisa.
