Seorang pengusaha mainan anak-anak mengadakan penelitian kepada sejumlah anak untuk merangkai sebuah puzzle.
Dari delapan orang dipisahkan menjadi 2 ruangan, ruangan A hanya diberi puzzle saja dan ruangan B diberi puzzle serta gambar yang telah dipersiapkan untuk membantu merangkai puzzle tersebut.
Masing-masing anak diberi waktu 10 menit, setelah waktu habis mereka mengumpulkan pada yuri mereka. Dengan waktu yang sama serta puzzle yang sama ternyata hasilnya jauh berbeda. Ruangan A memberikan hasil yang kurang memuaskan dan bahkan tidak berbentuk sama sekali. Sedang ruangan B menghasilkan gambar-gambar yang bagus sekali, waktunya pun jauh lebih cepat dibanding rangan A.
Mengapa terjadi seperti itu? Saya yakin anda tahu sebabnya. Karena ruangan B diberikan sebuah gambar yang jelas! Dengan menyiapkan sebuah gambar, tujuan akan jelas mau membentuk gambar apa, bisa fokus, karena gambar ada didepan kita dan mereka pun yakin bisa membentuk seperti gambar di depannya.
Kalau menata sebuah puzzle saja kita perlu gambar yang bisa mempermudah proses pembentukannya, apalagi kalau sebuah impian pasti kita perlu menggambarkannya juga. Apakah di zaman sekarang ini masih ada yang membangun rumah tanpa blue print dulu? Alias tukang langsung mengerjakan yang penting berdiri sebuah rumah?
Saya yakin tidak ada yang seperti itu.
Saya telah berkali-kali menanamkan kekuatan impian dan puluhan kali pula saya mencapainya. Pertama kali saya membuat impian untuk memiliki sebuah hp merk tertentu, saya tempel gambarnya. Ingin jalan-jalan ke Danau Toba dan Bali dengan cara gratis karena saat itu saya tidak mempunyai uang untuk kesana, saya tempel di rumah dan gambar Bali saya taruh di wallpaper hp saya, ternyata tidak sampai dua tahun semua tercapai. Termasuk keinginan berkeluarga dan punya rumah. Tanggal dan tahun yang telah ditargetkan hanya meleset beberapa bulan saja.
Jika kita ingin mendapatkan sesuatu, kenapa kita tidak menggambarkan dulu? Satu tahun, lima tahun dan sepuluh tahun yang akan datang. Apakah kita salah atau berdosa? Saya yakin tidak! Kalau kita untuk menggambarkannya saja tidak berani, bagaimana bisa menjadi sesuatu kenyataan?
Jangan takut untuk bermimpi. Akan tetapi jangan hanya membayangkan saja tanpa kerja, karena tak akan menghasilkan apa-apa. Celine Dion menyayikan lagu “The Power Of A Dream”. Puluhan negara bisa terlepas dari penjajahan dan merdeka juga karena impian para pejuang, bahkan presiden pertama kita IR. Soekarno juga berpesan agar kita mau menggantungkan cita-cita kita ke langit.
Jadi tidak salah jika anda mulai saat ini menulis, mencari gambar apa impian anda. Langkah berikutnya anda membuat planning bagaimana cara mewujudkan impian tersebut. Dan yang terakhir lakukan dan lakukan, jangan pernah berhenti untuk mendapatkan kebebasan anda dan keluarga anda. Anda siap? Mari kita sama-sama melakukannya.
