Kamis, 09 Juli 2009

Anda Bisa jika Anda Berpikir Bisa


Seorang bayi mungil yang lahir pada tahun 1940 prematur dan sakit-sakitan yang diberi nama Wilma Rudolph divonis dokter terserang folio dan kemungkinan tidak bisa jalan sama sekali.Dengan tekun ibunya selalu merawat anaknya dengan berbagai cara baik ke dokter maupun motivasi yang selalu ia berikan bagi anaknya. Selama lebih dari 3 tahun ibunya selalu mengantarkan ke rumah sakit seminggu dua kali ke rumah sakit yang jaraknya hamper 100 km.

Setiap hari Wilma selalu dirawat dengan kasih sayang oleh orang tuanya. Selain obat dari dokter, setiap hari selalu diberi motivasi oleh ibunya bahwa ia bisa mengatasi sakitnya dan dapat berjalan dengan normal. Umur 6 tahun Wilma bisa berjalan hanya dngan bantuan alat penyangga. Ia tidak pernah putus asa, karena motivasi ibunya. Pada umur 12 tahun Wilma bisa berjalan tanpa alat penyangga.

Di sekolah ia aktif ikut olah raga basket, karena ia tak pernah berhenti berusaha maka dari gurunya ia difokuskan untuk olah raga lari. Pada bulan September 1960 Wilma menjadi wanita pertama yang memenangkan 3 medali emas Oliempiade Roma untuk lari 100 meter, lari 200 meter dan lari estafet 400 meter.

Banyak penghargaan yang ia peroleh di saat hidupnya, dengan sikap, hasrat dan keinginan yang selalu dipegangnya sehingga ia bisa berbalik dari keadaan sakit dan menjadi pemenang. Wilma meninggal pada tahun 1997 karena kanker otak, ia telah meninggal akan tetapi semangatnya tidak pernah ikut terkubur. Oleh karenan prestasi, dan perjuangan yang luar biasa itu hari kelahirannya diabadikan sebagai Hari Wilma Rudolph di Tennese. Apakah luar biasa mneurut anda?

Ibunda Wilma adalah seorang mentor sekaligus motivator bagi anaknya. “Anda pasti bisa” selalu dikatakan oleh ibu Wilma kepada anaknya. Selain itu ibu Wilma adalah seorang pejuang yang tidak pernah mau berhenti dan menyerah kepada keadaan.
Saat Wilma lahir, bisa saja ia terus meratapi anaknya yang tidak berdaya karena folio dan hanya membesarkan anaknya tanpa memiliki suatu kebanggan.

Karena kegigihannya membuat anaknya terus bertahan dan bahkan berani berjuang yang akhirnya bia menjadi orang yang diatas rata-rata. Sering kali kita hamper menyerah karena keadaan kita yang terbatas, baik keuangan, kesehatan dan kesempatan. Akan tetapi jika kita mau belajar kepada Wilma dan ibunya, sebenarnya tidak ada yang membatasi anda.

Bagaimana dengan kita? Siapkah kita mendobrak tembok-tembok disekitar kita?
Atau kita akan terus terbelenggu oleh keterbatasan kita? Saya yakin andapun akan terus mendobrak tembok pembatas tersebut hingga anda menemukan kebebasan baik waktu dan uang dan anda bisa menjadi perantara berkat bagi keluarga dan sesama.

Sabtu, 04 Juli 2009

Mau Tau Apa Impian Anda Sesungguhnya?


Carl Brashear adalah seorang kulit hitam dari Amerika, ia mempunyai cita-cita untuk menjadi seorang penyelam. Ratusan kali dia menulis lamaran lamaran hampir selama dua tahun tidak pernah ada jawaban. Karena ia seorang yang tidak pernah berhenti berusaha dan berharap maka akhirnya ia diterima sebagai siswa calon penyelam Amerika di New Jersey.

Sekolah penyelam itu untuk pertama kalinya menerima seorang kulit hitam, mereka memutuskan untuk menerima karena kegigihan Carl Brashear. Karena ia hanya seorang diri sebagai kulit hitam di sekolah tersebut, maka berbagai macam hinaan, diskriminasi dan sebagainya ia rasakan. Hambatan dan tantangan merupakan makanan sehari-hari bagi Carl.

Pada tahun 1966 Carl mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kakinya harus diamputasi. Karena ia cacat karier sebagai penyelam pun hampir tamat. Akan tetapi Carl tidak putus asa dan terus berjuang agar menjadi seorang penyelam yang handal. Rintangan baik dari teman-temannya juga keluarga sendiri yang selalu menghalanginya tak membuat surut cita-citanya.

Maka pada tahun 1970 ia resmi menjadi Penyelam Utama AL Amerika- US Navy Diver dari orang berkulit hitam. Setelah ia menjadi master banyak sekali yang telah belajar kepadanya. Maka 30 tahun kemudian karena sikap dan perjuangannya yang tak kenal menyerah, kisah hidupnya difilmkan dengan judul MEN OF HONOR.

Anda mungkin berfikir yah dia pantas karena tidak pernah berhenti berjuang untuk mewujudkan cita-citanya, itu saja. Kalau anda melihat sendiri perjuangannya seperti pada filmnya, wow sangat luar biasa.
Dengan kaki yang telah diamputasi, dia memakai kaki palsu berlatih setiap hari sampai berdarah-darah.

Terkadang perjuangan kita tidak sampai berdarah-darah dan mungkin hanya menghilangkan rasa kantuk saja terkadang sudah malas, benar? Carl setiap pagi harus berlari beberapa kilometer dengan kaki palsunya dengan kesakitan yang luar biasa. Dia menahan rasa sakit itu dan dia mampu mengalahkannya sehingga menjadikan ia seorang yang luar biasa.

Dalam kehidupan sehari-hari terkadang kita cepat menyerah apabila sesuatu itu membuat kita tidak nyaman. Dari hampir 90 persen keberhasilan seseorang adalah karena berani menghilangkan hidup nyaman tersebut. Jika kita hidup terlalu nyaman, ibarat kita berada di kamar yang hangat, dan untuk keluar di tengah hujan lebat jika keinginan kita tidak besar pastilah akan kembali ke kamar.

Pernah saya memperjuangkan sesuatu yang sangat saya impikan, dan untuk meraihnya sungguh luar biasa tantangan, hambatan, ejekan dan perjuangan yang tak mudah. Karena saya berpikir kepada imbalan yang akan saya terima jika saya mendapatkan keinginan saya tersebut, tidak memandang hujan, waktu baik siang dan malam dan akhirnya saya mendapatkannya.

Setelah mendapatkan sesuatu yang benar-benar saya perjuangkan tersebut ternyata hasilnya sungguh luar biasa, dan jika mengingat kegagalan-kegagalan waktu lalu sungguh tidak ada artinya.
Bagaimana dengan anda? Jika anda mau mengetahui apa keinginan terbesar anda, coba tuliskan keinginan-keinginan tersebut. Cari salah satu dari keinginan tersebut yang jika tercapai mungkin akan membuat anda menangis. Itulah impian yang harus diperjuangkan sesungguhnya.

Jumat, 03 Juli 2009

Perlunya Mengetahui Personality


Cerita tiga orang anak sekolah dasar yang lagi berlibur dan mancing bersama. Mereka dari rumah telah berpamitan untuk mancing hingga sore kepada orang tua mereka. Karena hari libur tentu orang tua mereka mengizinkan, apalagi tempat memancing tersebut di rawa yang dekat perumahan sehingga tidak membahayakan mereka.

Karena kepergian mereka berencana hingga sore hari maka mereka pun membawa bekal masing-masing. Selain membawa bekal makan tentunya mereka membawa alat untung memancing beserta umpannya. Ada yang membawa umpan cacing, keju dan roti dengan harapan dapat secepatnya mendapatkan ikan.

Dari umpan, mereka telah kelihatan mana yang bakalan cepet dapat ikan, yang pertama yang membawa cacing kemudian keju dan kecil kemungkinan bagi yang membawa roti untuk mendapatkan ikan. Setelah mereka mulai memancing ternyata hingga siang hari meski ikan termasuk banyak, tak satupun yang mendapatkan ikan.

Kenapa begitu? Karena yang membawa umpan cacing sifatnya sanguinis atau orang yang tidak betah berdiam saja, sehingga dikala ikan hendak mendekat kailnya keburu dipindah. Sementara yang membawa keju mempunyai sifat melankoli yang semuanya serba rapi sehingga cara memotong keju cukup kebesaran dan kailnya dari pagi ditungguin dan tidak dipindah sama sekali. Sedang yang memakai umpan roti adalah seorang kolerik yang semuanya tidak bisa pelan sehingga begitu kail dilempar roti sudah jatuh duluan, dan jika ada ikan mendekat menski belum jelas kena kailnya buru-buru ditarik.

Setelah mereka makan siang datanglah seorang bapak yang sejak tadi memperhatikan aktifitas mereka, maka orang tadi memanggil mereka bertiga kemudian mereka memberikan saran agar mereka bertukar umpan. Apa yang terjadi? Tidak lebih dari satu jam, dua dari tiga orang tersebut telah mendapatkan ikan.

Apa moral cerita diatas? Jika kita tahu watak dan sifat dari orang-orang disekitar kita, pastilah kita akan dengan mudah mendapatkan apa yang kita mau seandainya kita tahu sikap apa yang harus diambil tatkala kita berhubungan dengan orang lain.
Banyak sekali orang yang sangat sulit berhubungan dengan orang lain. Akan tetapi banyak juga orang yang dengan mudah mendapatkan teman dimanapun dia berada. Ada orang yang sangat pendiam, urakan, selalu teliti dan ada juga yang kelewat keras seperti batu.

Sebelum anda mengetahui sifat orang lain, Anda dahulu yang harus mengerti siapa diri anda, dan bagaimana kepribadian anda. Setelah itu anda bisa menilai orang lain bagaimana mereka dan apa kunci-kunci untuk bisa mengenal, mengerti dan bekerjasama sama kepada setiap orang.

Jika anda tahu profil kepribadian anda yang sesungguhnya, anda akan heran ternyata
anda punya banyak sekali kelebihan. Jika ada sesuatu kekurangan dalam pribadi anda pun sebenarnya bisa merupakan kelebihan bagi kita. Jadi banyak sekali sesuatu yang bisa membuat kita berhasil dengan otak dan kepribadian kita.

Karena kita dilahirkan sebagai pemenang! Dari awal sel telur di rahim ibu kita dibuahi oleh ayah kita. Dari jutaan sperma itu hanya sat yang menang, yaitu Anda! Jadi anda dilahirkan ke dunia ini telah direncanakan oleh Tuhan dan hidup kita akan berguna bagi orang lain.

Jangan pernah menyesali hidup anda karena anda sangat ditunggu oleh seseorang yang mungkin hingga saat ini belum tau siapa orang yang menunggu-nunggu tersebut. Dan jangan pernah berhenti untuk selalu menghargai diri sendiri dan orang lain. Ingat jika anda tidak menghargai diri sendiri, orang lain pun tidak mungkin menghargai diri anda, begitu juga sebaliknya..

Rabu, 01 Juli 2009

Selalu Katakan Bisa


Robert T. Kiyosaki adalah seorang anak keturunan Amerika dan Jepang yang tinggal di Amerika. Pada umur 9 tahun dia sudah memutuskan untuk mejadi orang kaya, dia belajar kepada teman ayahnya yang kaya raya dan ia sering menyebut The Rich Dad. Ayah kayanya selalu mengajarkan kepada Robert untuk menjadi anak yang pantang menyerah. Ia diberi pelajaran tentang asset, liability, cashflow, uang aktif dan uang pasif.

Sebaliknya ayah miskinnya atau dikenal The Poor Dad, selalu mengajarkan hidup yang sederhana, menjadi karyawan dan melarang bisnis karena beresiko tinggi. Dan benar yang dikatakan ayah miskinnya, Robert Kiyosaki mengalami kebangkrutan yang sangat besar sekitar satu juta dollar. Ayah miskinnya memarahinya dan memojokkannya karena ia melakukan usaha yang beresiko dan tidak menuruti petunjuknya.

Sementara ayah kayanya terus memberi motivasi kepada Robert T Kiyosaki bahwa ia bisa bangkit kembali dan menerangkan bahwa pengusaha besar Amerika minimal pernah jatuh bangkrut dua sampai tiga kali. Robert dalam penderitaannya dengan beban hutang yang sangat besar membuatnya stress dan sulit tidur, akan tetapi ia selalu ingat nasehat ayah kayanya supaya tidak mudah menyerah.

Kerja kerasnya Robert membuahkan hasil yang baik, hutangnya telah terbayarkan dan dan kini ia menjadi bagian dari orang Amerika yang kaya raya dan tinggal menikmati hidup dari pasif incomenya saja. Bahkan saat ini dia telah menulis beberapa buku, kaset dan diundang ke seminar-seminar international sebagai juru bicaranya.

Dari cerita diatas, bagaimana jika anda yang punya hutang milyaran rupiah itu anda?
Sayapun tidak berani membayangkan, hanya kita bisa ambil hikmahnya dari cerita diatas.
Pertama, Apa pun masalahnya pasti ada solusinya, kedua jika anda punya hutang seberapapun itu hanyalah hitungan, jika anda yakin anda bisa pasti anda bisa. Ketiga, adalah ilmu ngotot, jangan pernah berhenti jika anda mempunyai sebuah keinginan.

Sebaiknya anda memakai kaca mata kuda untuk focus dalam mengejar impian kita.
Kalau seorang Robert Kiyosaki bisa menjadikan kekalahan menjadi kemenangan mengapa kita tidak? Karena kita diberi waktu 24 jam yang sama seperti dia, kita juga masih banyak kesempatan yang diberikan Tuhan kepada kita. Tuhan menciptakan kita sebagai pemenang sejak lahir, jadi anda layak menjadi pemenang!

Di Amerika ada sorang guru kelas yang setiap mulai mengajar ia akan menulis kata can’t dan menghapus huruf T nya. Kemudian murid-muridnya disuruh membaca keras-keras, ‘can’. Dari kelas itu lahirlah beberapa orang yang tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti mengatakan I can! Saya yakin Anda pun Bisa!